Raja Melayu

Buka puasa terakhirku di Bandung tahun 2011 adalah di restoran Raja Melayu yang pindah beberapa blok dari tempatnya yang dulu di depan Masjid Istiqomah (sekarang Le Marly) ke daerah sekitar Pusdai.

Dulu bahkan beberapa detik sebelum menginjakkan kaki ke dalam restoran, dalam bayanganku restoran ini menggunakan sistem makanan yang dipesan. Ehhh ternyata sistemnya kita dateng ke etalasenya trus pesan makanan yang diinginkan dan pelayan nanti akan datang ke meja kita untuk mengantarkan makanannya.

Pesanan kali ini ada (gambar dari atas dan dari kiri ke kanan ya hehehe) :

– Sate kerang

– Selada air

– Sayur ubi tumbuk

– Ayam rendang

– Daging rendang

– Gulai kepala kakap

The restaurant situation

– Sambal ganja

                 image

Yang berkesan makan disini menurutku adalah ayam rendang, dan sepertinya sih kalo menurut Mudji teri kacangnya juga enak cuma aku gak nyobain. Walaupun menu super specialnya katanya si Gulai Kepala Kakap but so sorry my mom can make it moooooooore delicious.

Price :

I think I forget to take the receipt from the bill wallet aaaa!

One thing that I can’t forget, Gulai Kepala Kakap : IDR 55k

Ayam rendang : about IDR 13k

Sambal : IDR 4.5k

Ubi tumbuk : IDR 6.5k

Rate : ★★

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s