Ta Wan

  

Beberapa sumber menyebutkan kalau restoran yang terletak di salah satu mall terkenal di Bandung ini, PVJ, terkenal dengan buburnya. Pertama kali denger nama restoran ini sih mikirnya sejenis dengan Duck King -yang tentunya dengan harga miring 35 derajat- yang menyediakan masakan yang biasanya tersedia di restoran orang cina, sebutlah fuyung hai, cap cay (hahaha fail banget ngasih contoh :p), tapi aku lupa kalo orang cina doyan makan bubur. Seharusnya sih gak aneh kalo bubur disini jadi terkenal.

Tibalah saat dimana flu dan batuk gak beres-beres berulah, bikin tubuh yang dihinggapinya ini mau enggak mau harus menyantap makanan yang lembek. Apalagi kalo gak bubur yang dicari. Setelah bubur serbu rame udah tinggal tersedia hanya di pagi hari dan partner makan bubur savoy homann udah gak ada, jadilah makan bubur di Ta Wan jadi pilihan di suatu malam.

Partner makan kali ini adalah Kak Dion (pertamax gan disebut di sini ! *nyebar confetti . hehehe). Berhubung makanan doi yang pengambilan gambar nya lebih bagus, jadi ditampilin duluan deh haha.

Ini dia … (hmmmm lupa namanya) yang jelas bubur dikasih telur pitan. Kalo katanya mas wiki, telur pitan itu telur ayam atau itik yang diawetkan di dalam campuran lempung, abu, garam, lime dan sekam padi selama beberapa minggu atau sampai beberapa bulan, tergantung metode proses. Selama diawetkan, kuning telur akan berubah menjadi hijau gelap dan menjadi seperti krim dengan bau belerang dan amonia, sementara putih telur berubah menjadi kecokelatan dan sedikit transparan.

Telur berubah dikarenakan adanya material alkalin, yang menaikkan pH dari telur menjadi 9, 12, atau lebih. Proses kimiawi ini menghancurkan beberapa kandungan protein dan lemak yang kompleks di dalam telur. Kadang telur memiliki corak-corak seperti cabang pinus di bagian putihnya.

Nah, rasa si telur pitan ini ASIN pemirsah ! PAKE BANGET. Trus putih telurnya kalo dimakan memberikan tekstur kayak makan cincau. Kebayang kan? Tapi yaa enak-enak aja sih..

     

                                                Bubur Telur Pitan

Nah, sekarang beralih ke pesenan ku. Ya ini sih kalo nanya sama mas-mas disana yang recommended apaan pasti dijawabnya bubur 3 rasa (bener gak ya namanya bubur 3 rasa? hahaha). Maksud 3 rasa disini tuh bakalan dikasi 3 daging ada daging ayam, ikan, sama udang. Btw, ketiga dagingnya ga keliatan digambar soalnya tenggelam hahaha.

     

                                                    Bubur 3 rasa

Sebagai penambah lauk, kita pesen Ikan Dori Goreng Tepung hmm yummeh

     

Dan review tentang rasa bubur ini sendiri sih menurut ku standar banget. Mungkin karena aku kebiasa makan di savoy dan serbu rame yang encer banget dan bubur nya itu sendiri udah berasa gurihnya. Kalo bubur di Ta Wan ini sih udah cukup encer cuma rasanya bener2 plain. Harus ditambah ini itu baru kerasa enak. Tapi buburnya sih porsi kuli harga muraaaaah !!! 1 bubur cuma dibandrol sekitar 15 ribuan. Dan harga ikan dori kalo ga salah sekitar 30an ribu. Makan berdua kasih duit 100 ribu masih kembalian kok .

Selamat mencoba 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s