Warung Garem-Garem

Di sekitaran Jalan Diponegoro Bandung, atau lebih tepatnya di no 3a. Atau kalau ada yang tau dulu sempat bercokol restoran aceh Cie Rasa Loom di daerah ini. Nah, restoran itu sekarang sudah berganti menjadi suatu restoran bernama Warung Garem-Garem. Jangan tanya padaku kenapa bisa dinamakan warung garem-garem, karena setelah masuk, duduk, dan membaca menu. Restoran ini adalah restoran mainstream.

Mainstream menurut seorang Casa adalah restoran-restoran yang entah kenapa belakangan ini menjamur di Bandung dengan konsep yang penting dekorasi keren duluan, cita rasa nomer dua dan mereka gak memegang menu-menu andalan untuk dijadikan daya tarik pengunjung. Entah kenapa konsep manusia mainstream jaman sekarang dijadikan patokan, ngeliat fisik dulu hati belakangan (EEEAAAAAAA…)

Nah, itu yang gue rasakan di 2 tempat makan baru di Bandung. Yang pertama, HARTWOOD, suatu restoran di mentokan Jalan Progo (deket Jonas Photo). Tempatnya lumayan asik sih, tapi ngeliat menunya biasa aja ditambah mau mesen apaaa gitu dan ternyata barangnya gak adaaaa! Dih berani-beraninya dah nulis di menu dan ternyata kenyataannya belum ready to served gitu. Wuih, itu udah males deh, sekali-kalinya gak niat mau review tuh.

Nah, kali kedua restoran Warung Garem-Garem ini. Dateng tanpa ekspektasi apa-apa dan ya pulang tidak membawa senyuman lebar sih.

image 

Pesenanku kali ini adalah Braised Prime Beef (IDR 49k)

image

Porsinya sih gede bangeet tapi rasanya biasa aja, cenderung kemanisan ditambah mashed potato terkasar yang pernah ada di muka bumi ini. Intinya cuma sanggup makan setengah porsi. Nafsu makan hilang di tengah jalan…

Kalo Unay mesen Pan Fried Chicken Picatta (IDR 45k)

image


Rasanya juga biasa aja.. 

Oh ya, kita juga dikasih welcome snack, keripik singkong 1 piring..

image

Nah belagunya kita pesen minuman yang refill karena berasa akan lama disana. Trus ternyata gelasnya ukuran gede. Dan ini beneran taktik dagang bener deh. Untuk urusan ini gue berhasil dikibulin. Dengan ukuran gelas yang besar sebenernya kita akan ngerasa lebih cepet kembung air dibanding dengan meminum jumlah liter air yang sama cuma disajikan dengan gelas-gelas kecil. Alhasil, gue GAK NGEREFILL !!! so, I paid one glass of regular tea for 15k !! please tembak gue sekarang juga. Dan Unay pesen Lemon tea refill seharga 22k , cuma unay untungnya sempet refill satu kali.

Ya, layaknya manusia. Restoran juga bisa berubah. Semuanya hanya pandangan awal aja. Belajar lah dari 90 gourmet yang membutuhkan 4 kali kunjungan untuk merubah predikat bintang satu nya menjadi bintang 5 🙂

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s