TWG TEA SALON AND BOUTIQUE

Udah sejak sekitar beberapa bulan yang lalu, kebahagiaan itu akhirnya datang juga. Kebahagiaan yang datang dalam wujud sebuah kedai teh hadir di tengah-tengah hiruk pikuk Kota Jakarta. Well, I am really tea-kind-of-person rather than a coffee lover. Tapi, kasta-kasta gw minum teh belum sampai kasta ningrat memang. Dibilang ngerti-ngerti banget juga enggak, tapi seriously gw lebih menikmati secangkir teh dibanding kopi. 

Semua orang udah gak asing lagi dengan kedai kopi. Mulai dari kasta kuli sampai presiden semua bisa nikmatin kopi. Mulai dari warung kopi yang selalu tersedia dengan gorengan dan mie-mie instan hangat sebagai teman santai sampai gerai-gerai kopi ikan duyung yang dalam satu mall aja bisa buka 2 sampai 3 gerai. Kopi bisa dinikmati mulai dari 5 ribu rupiah per cangkir sampai puluhan ribu rupiah per gelas ukuran grande. 

Begitu juga dengan teh. Mulai dari yang harganya 2 ribu rupiah per botol sampai ratusan ribu rupiah per 1 teko. Semua orang memang bisa menikmatinya. Tapi untuk urusan kedai teh satu ini. Juara deh ….! Bingungnya ….

image

TWG. Singkatan The Wellness Group. Beberapa tahun yang lalu TWG ini lagi terkenal banget di Singapore. 11-12 dengan kedatangan macaroons di dunia patisserie, aku malah awalnya ‘ngeh’ dengan keberadaan TWG ini karena disebut-sebut menjual macaroons terenak yang pernah ada (sebelum Laduree masuk ke Spore tentunya). Berhubung cuma sekedar numpang lewat aja setiap lagi berkunjung ke negara tetangga (soalnya TWG ini selalu diramaikan oleh pengunjung, dan setiap gerainya memang tidak begitu besar jadi selalu males kalau harus masuk waiting list). TWG ini sendiri memang lahir dari tanah Singapore dan sudah mulai ekspansi ke negara-negara tetangga sekitar dan juga negara sisi barat sana. Nah, sekarang Indonesia memang sudah kecipratan 1 gerai yang dibuka di Plaza Senayan.

image

Mulai dari furniture, lighting, interior yang disuguhkan benar-benar otentik khas TWG banget. Di semua gerai TWG di belahan dunia manapun akan kamu temui yang begini ini. Khas dengan dominasi warna emas, kuning, dan coklat. Sekali kamu masuk, secepatnya harus sadar setidaknya kamu punya persediaan pundi-pundi uang di atm kamu :p

image

Kedai nya bisa dibilang sempit sih. Harus serba hati-hati karena kanan-kiri kamu itu barang mahal semua. 1 gerai dibagi ½ – ½ luasan. ½ untuk dine in dan setengahnya lagi boutique teh dan cangkir-cangkir + teko jutaan rupiah. Ya kira-kira penampakan jumlah kursi yang tersedia ya kayak foto di bawah ini nih. Jarak antar meja pun paling hanya satu langkah. Kalau kamu ngobrol obrolan yang super rahasia, yaudah tewas sih kedengeran sama meja sebelah.

image

Sebelumnya aku emang udah bertak-tik supaya mengunjung TWG ini di antara jam 3 – 6 sore. Kenapa? Yay ! Cause it’s afternoon tea time. Dan TWG memang menyediakan packet afternoon tea mulai dari jam 3 – 6 sore tersebut.

Sebelumnya gw mau curhat, hal yang gw rasakan ketika pertama kali disodorin menu. Sayangnya lupa untuk foto menu itu. Pusing booook liat tulisan semua. Dan untuk orang yang biasanya cuma bisa beli teh pucuk harum (like me ha ha ha), itu beneran gak terbantukan tanpa adanya penjelasan dari waiter. Dan yang paling gw sayangkan dari kunjungan gw saat itu adalah waiter yang sangat tidak membantu gw dalam pemilihan menu-menu ya walaupun dia baik dan ramah but I expected him to recommend something that I need instead of just answering my random questions about what’s the secret tea really taste like?

image

Sesuai dengan tujuan awal aku dan Liza sore itu, akhirnya menu kita skip-skip in langsung mencari menu afternoon tea. Ada beberapa menu afternoon tea dengan varian harga dan pilihan pelengkap. Daripada pusing-pusing akhirnya kami memesan packet menu yang paling lengkap : FORTUNE (sekaligus yang paling mahal). Bukannya apa-apa disini asumsiku harga sebanding dengan rasa. Dan kesulitan belum berakhir sampai disitu. Kami pun masih harus memilih teh jenis apa, macaroons rasa apa, pilihan isian roti, dan pilihan muffins/scones? Huh, couldn’t it be simpler?

Akhirnya dengan asalnya kami memilih teh jenis black tea (tapi lupa namanya apa) , btw untuk pilihan teh nya dibatasi khusus untuk yang harga satu teko nya IDR 42k. Kalau mau memesan teh yang harganya diatas 42k akan dikenakan charge lagi. Untuk pilihan macaroons kita pilih yang rasa chocolate, caramel, dan praline, lalu roti isian salmon mentah, dan scones tentunya. Ya kira-kira begini tampilan afternoon tea set kami…

image

Perlu gw klarifikasi kenapa macaroons nya udah acak-acakan duluan hahaha. Jadi, setibanya waiter mengantarkan pesanan, gw dan liza langsung dikasih challenge untuk nebak mana yang chocolate, mana yang caramel, dan mana yang praline. Awalnya langsung speechless, oh my God gimana cara taunya but we’re eager to win this challenge. Pertanyaan pertama, boleh dicium ga mas? Dan dikabulkan. Dan meeen, semua macaroons ini kalau dicium lebih dominan aroma teh nya dibanding fillingnya. Sebenernya di menu itu ada keywords nya. Jadi semisal caramel itu pasangannya earl grey tea. Anyhow gw juga ga secanggih itu bisa mendeteksi jenis teh hanya dari bau-bau annya. Udah hopeless sambil teriak-teriak… aa ini apa yampun aduhh penasaran. Akhirnya nanya “mas boleh dicicip ya?” Waw dikabulkan dong. Tapi ternyata gak gitu membantu 😦 

Akhirnya setelah sekian menit, gw dan liza memutuskan. Btw sedikit tips nyobainnya jangan cicip bersamaan dengan meringue nya, cukup filling nya aja. Soalnya meringue nya itu sukses bikin blunder. Bisa-bisanya kerasa banget rasa teh nya oh my God ini swear macaroon terenak yang udah pernah gw coba. 

image

Jawabannya : yang hitam itu caramel, yang coklat kiri itu praline, coklat kanan itu rasa chocolate. Sorry kalau misalnya ketuker, pokoknya yang praline itu ada rasa kacangnya juga. hahaha. Gila dan sukses menebak. Kami dihadiahi 2 macaroons lagi YAY ! Kali ini dikasih yang rasa lemon dan mint. Makasih mas-mas waiter 🙂

image

Sebagai peneman scones, I guess, kita juga dikasih semacam tea jelly dan cream cheese. Dimana gw sangat tergila-gila dengan tea jelly ini. Enak banget sih buat di gado gitu …

Untuk rasa salmon bread nya sih standar yaa. Raw salmon nya kerasa banget .. Manis dan seger. 

image

Berhubung di tempat kita duduk kemarin itu sebenernya untuk 4 orang. Tapi 1 meja agak di geser sedikit karena sedang dijadikan media promosi dari branch manager nya TWG ke manager store nya metro. Sang branch manager TWG ini semula gw pikir orang asia-singapore gitu, karena bahasa inggris nya oke dan logatnya agak sedikit singlish dan bule metro ini tampak bahagia banget disodorin berbagai jenis teh secara cuma-cuma. Akhirnya setelah sang bule pergi, sang mas-mas asia ini ngajakin kita ngobrol dan gw cukup surprise kalo ternyata dia orang indonesia. Orangnya supel dan ramah. Trus kita juga banyak tanya-tanya seputar teh dari mulai pertanyaan bego like “mas kalo aku beli daun teh disini trus aku seduh di rumah pake penyaring biasa rasanya sama nggak?” dan dijawab “ya enggak dong mba. Disini banyak deh ibu-ibu yang protes katanya beli daun teh disini trus disaring di penyaring teh besi dan rasanya kok beda ya. Ya iya dong, disini tuh kita memperlakukan daun teh itu kayak anak bayi. Setiap resep teh itu ada manual booknya. Dan saringannya itu khusus harus yang terbuat dari kapas. Jadi ekstraknya itu kesaring dengan lembut dan rasanya sangat original. Ya kalau mba pake penyaring besi ya gagal rasa teh nya udah rasa besi. Teh mahal ya harus sebanding dong dengan perlengkapan nya juga harus mahal. Jangan sampai minum teh dr TWG tapi di gelas plastik. Harus yang mahalan dong. Mba bisa liat tea set yang kita jual. Itu harganya jutaan semua, balutan emas. Pokoknya semua berkelas.” Sampai obrolan gosip terbaru kalau gerai kedua akan segera dibuka di Pacific Place. YAY ! Dengan ukuran 2 sampai 3 x lebih besar daripada yang di Plaza Senayan. Cuma dia bilang “kita memang tidak tertarik buka gerai yang besar-besar mba, kalau jadi nya terlalu rame ntar kayak cafetaria dong. Ribut. Kan enak gini, orangnya sedikit, hangat, dan ramah. 

Ya walaupun sekilas seperti buat kalangan elite nan borjouis tapi pengalaman disini bikin ketagihan sih. Cangkir teh nya sih yang paling gw favorite in. Ringan dan di bibir cangkir itu tipis, jadi setiap minum itu kerasa pas dan enak aja di bibir.

image

Gedheg juga gara-gara dipanas-panasin sama branch manager nya buat pesen teh lagi, akhirnya kita give up dan mesen jenis white tea. FYI, white tea itu jenis teh yang paling mahal karena memang dalam proses nya gak ada pengolahan yang aneh-aneh lagi sehingga kandungan vitaminnya paling banyak. Sebenarnya gw memesan secret tea  tapi pas ngeliat struknya kok namanya passion tea ya… Hmmm, sudah kubilang waiternya harus ditraining bener-bener nih biar gak bikin kecewa pengunjung.

Afternoon tea FORTUNE : IDR 165k

Passion White Tea : IDR 90k

Tax 20%

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s