Namaaz Dining

Hallo ! Been a long time!

Udah lama banget vacuum dari dunia perkulineran ya, padahal dulu sempet waktu tinggal di Bandung sering pengen nyobain makanan di Jakarta yang super kekinian. Udah di kasih tinggal di Jakarta malah jadi males nyobain ini itu. Bahkan restoran yang udah dikenal sejak baru berdiri (sekitar 2 tahun lalu) dimana masih berlokasi di ruko kecil di daerah Fatmawati ampe sekarang udah pindah ke kawasan elite di daerah Adityawarman aja baru deh sempet nyobain!

Namaaz Dining ini adalah restoran pertama yang bertemakan Molecular Gastronomy. Dimana seorang chef akan berlaku seperti scientist yang sedang bekerja di laboratoriumnya dengan menggunakan prinsip-prinsip kimia dan fisika dalam mengolah ataupun menyajikan makanannya. Salah satu chef Indonesia ternyata ada yang mendalami ilmu ini dan mulai membuka restorannya sekitar tahun 2013 silam. Konsep restoran ini, kita tidak memilih menu apapun. Setiap tamu akan mendapatkan menu yang sama, sekitar belasan jenis dishes yang akan kamu santap dalam waktu kurang lebih 2 jam. Kombinasi belasan menu ini akan berganti setiap 6 bulan sekali. Jadi ketika aku dateng di Bulan Agustus kemarin, sudah pergantian menu yang kelima. Dan launching di bulan October kemarin adalah menu best of the best. Jadi, menu nya adalah menu yang udah pernah disajikan di menu-menu terdahulu tapi dipilih menu terfavorite yang di vote dari setiap tamu yang pernah dateng kesana.

Sekilas tentang restoran nge-hip di Jakarta ini adalah wajib reservasi dulu ya. Karena restoran ini hanya menerima sekitar 20 orang per hari nya. Ini masih lebih mending, dulu waktu masih berlokasi di Fatmawati mereka hanya menerima tamu sebanyak 8 orang per harinya. Waktu reservasi terdiri dari 3 pilihan, mulai dari pukul 06.30 pm, 07.00 pm, dan 07.30 pm. Disarankan gak kecepetan dateng ataupun telat dateng ya. Diusahain on time. Karena kalau kamu dateng lebih awal pun baru akan dilayani sesuai jam reservasi kamu. Semua ini akan sebanding dengan apapun yang kamu dapatkan dari mulai kepuasan perut, kepuasan suasana, dan pastinya pengalaman unik di kehidupan kuliner kamu.

Sebelum memutuskan untuk membooking kursi di restoran ini, yuk simak tips dari gw:

1. Dengan tag line restoran ini fine fun dining, emang lebih baik kamu DRESS UP! Suasananya agak kurang cocok kalau kamu berdandan casual. Gak harus berlebihan dengan pakai gaun untuk cewek dan berjas untuk cowok juga sih, tapi seenggaknya bereffort lebih untuk berpakaian cantik.

2. Lebih enak pergi dengan pasangan! Bukan berarti kalau jomblo gak boleh kesini loh. Tapi suasana disini syahdu sih jadi bukan buat tempat ketawa ngakak haha hihi sama temen-temen gitu, walaupun pas gw kesana ada sekelompok gak tau keluarga atau temen kantor yang berjumlah sekitar 8 orang. Semakin banyak anggota group yang lo bawa sebenernya agak rempong. Kenapa? Pertama, makanan gak akan dihidangkan kalau seluruh anggota belum lengkap. Jadi kasus group 8 orang ini, mulai makannya telat banget karena ada anggota yang datengnya telat. Otomatis yang lain rugi waktu dan makin laper karena tetep harus nungguin anggota terakhirnya dateng. Kedua, setiap pergantian makanan juga memperhatikan apakah seluruh anggota udah habis makanannya, kalau ada yang makannya lelet alamat yang lain juga nunggu. Ketiga, makanan dan moment disini tiap detiknya photo-able. Lo bayangin aja tiap makanan dateng, per orang minta difotoin satu-satu. Udah kelar deh makin lama. Dan ketika makan disini tuh fokus bener-bener ada di makanan. Jadi emang ga ada waktu buat tiba-tiba membahas masalah anak di sekolah atau bos yang di kantor marah-marah mulu, tapi pasti ngebahas “ih ini rasa nya kayak itu yaa, kok lucu sih rasanya..”

3. Reservasi itu wajib ! Apalagi kalau kamu berencana untuk dinner di akhir pekan. Lebih cepat sold out nya.

4. Ketika booking lewat websitenya Namaaz, kita akan dihubungin balik lewat email atas konfirmasi pemesanan. Di email balasan yang pertama, admin Namaaz bakalan nanya apakah tamu memiliki alergi terhadap sesuatu. Dan itu wajib banget kamu konfirmasi kalau punya alergi di makanan tertentu. Balasan selanjutnya oke kita bahas di point berikutnya.

5. Lebih seru kalau tujuan kamu makan disini merayakan sesuatu bisa itu ulang tahun, anniversary, atau ngelamar pacar misalnya. Kenapa? Nanti kamu temuin jawabannya di cerita-cerita aku di bawah ya. Tapi hint nya lebih asik kalau moment nya lagi ulang tahun. Oh ya di balasan email kedua, admin Namaaz bakalan nanyain apakah kamu sedang dalam merayakan sesuatu. Kalau iya mau ditulis apa di sajian surprisenya. Nah, disini berhubung gw yang mesen jadinya berasa gw yang surprise-in pacar. Jadi, lesson learned nya biarin cowok kamu yang reservasi ya 😉

6. Hal yang gak kepikiran waktu itu adalah gw gak request tempat duduk. Dan berhubung gak paham dengan kondisi restorannya jadi terima-terima aja. Yang paling aku saranin (kalau pergi berdua pasangan), minta duduk di kursi sisi jendela deket pintu masuk. Agak fotogenic soalnya kalau foto berlatarkan jendela. Kalau ditempat lain fotonya pasti keliatan tamu-tamu lainnya. Kayak tempat duduk gw 😦 Ada juga di sofa ujung itu terlalu deket sama kamar mandi walaupun kamar mandinya super bersih dan nyaman sih, tapi tetep aja. Ada juga yang cuma berdua tapi duduk di meja bundar buat ber empat, jadi asa kegedean mejanya.

7. Biarkan perutmu kosong ya. Bener-bener salah duga karena kita mikir makan disini bakalan kayak nyemil secara porsi tiap menu nya cuma seiprit, tapi ternyata walaupun seiprit dengan belasan menu itu bikin perut begah juga. Padahal sebelumnya kita nongkrong di cafe seberang sambil makan french fries dulu karena takut ga kenyang makannya. Super salah.

8. Siap merogoh kantong lumayan dalam untuk makan disini. Tapi tenang aja semuanya terbayarkan dengan pengalaman yang kamu dapatkan 🙂

Ok kita mulai dengan perjalanan menu-menu yang gw santap ya. Oh ya tema menu saat gue dateng ini adalah Back to Childhood. Ok mungkin child phase nya si chef ya karena ada satu komponen yang sepertinya ga merasa pernah kenal di masa kecil gw.

Hal pertama yang kamu temukan dan sudah tersaji di meja adalah kotak pensil doraemon (super 90s banget ga sih kotak pensilnya? 🙂 yang didalamnya berisi pensil kayu, pembuka botol, dan sedotan, pensil sharpener lengkap dengan rautan kayunya, sendok, dan segelas air putih.

Well, kesan pertama gw adalah ini hanya property aja yang menandakan tema menu kali ini adalah Back to Childhood. Tanpa gw sadari ini semua adalah komponen yang gw perlukan untuk makanan gw. Konsep makan disini adalah chef utama nya yaitu Chef Adrian akan datang di setiap menu yang datang dan memberikan briefly explanation tentang makanan apa sebenernya ini dan bagaimana cara menikmatinya. Siapa sangka piring berwarna hitam dan diatasnya disajikan sesuatu seperti bentuk kertas yang dituliskan ini ibu Budi ini bapak Budi adalah OPOR AYAM !!!!

Cara menyajikannya adalah kita ambil pensil kayu yang tersimpan di dalam kotak pensil dan ditaruh di ujung kertas, crumb (serbuk kayu dari rautan pensil) kita ambil menggunakan sendok dan ditaburkan di atas kertas.

Kemudian di gulung….

Dan happp dimakan dehhh. nyammm rasa opor ayam 😀

Nah ini nih yang gw merasa gak pernah dicoba di masa 90an. Katanya dulu ada minuman soda jeruk yang ngehip banget namanya Green Spot, tapi gak tau juga kenapa nge hip nya. Mungkin dulu belum ada minuman bersoda rasa orange kali ya. Dan gw agak lupa sih gimana cara membuat ini dan apa keistimewaannya, tapi yang jelas ada selasih di dalamnya wkwk.

To be continued yaaaaa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s