The Land of Ice and Fire

Negara yang satu ini merupakan salah satu wish list saya sejak pertama kali menginjakkan kaki di negeri Eropa. Mendengar dari celotehan beberapa teman yang sudah pernah kesana membuat semakin yakin harus sempat mengunjunginya walaupun konon katanya kantong bisa langsung kempes sekempes-kempesnya. Harga tiket aslinya memang gak murah, bahkan berangkat dari Belanda pun semurah-murahnya harga tiket pesawat ya tergolong diatas rata-rata jika dibandingkan dengan tiket ke beberapa negara Eropa lainnya yang memiliki jarak tempuh yang sama.

Awalnya, tiket PP Amsterdam – Reykjavik spontan dibeli ketika ada promo maskapai WOW air di bulan Januari untuk penerbangan dari Februari sampai April. Bersama beberapa teman yang sama-sama suntuk akan tesis, kami membulatkan tekad untuk nekat liburan di sekitar 3 minggu sebelum thesis submission. Diskon yang diberikan sekitar € 150,-. Setelah berunding kapan waktu yang kira-kira pas dengan jadwal tesis kami yang semuanya beda-beda jurusan ini adalah disepakati tanggal 2 – 6 Maret 2017.

Singkat cerita, kemalangan yang sedang menimpa di sekitar akhir Februari menjadikan tiket Iceland ini harus saya relakan. Kursinya sih akhirnya dibeli teman, walaupun saya pribadi tidak mendapatkan cashback. Saat itu, teman saya hanya perlu membayar perubahan nama sekitar € 70,-/ one way. Jadi, ya dia juga membayar sekitar harga tiket aslinya. Untungnya saat itu belum booking apa-apa lagi selain tiket pesawat.

Alhamdulillah, perjalanan yang tertunda ini akhirnya dilakukan juga dan berkali-kali lebih menyenangkan karena ditemani suami, walaupun yaa … budget nya juga jadi double 😀

Trip ke Iceland ini merupakan tujuan pertama dari rangkaian trip terakhir saya di Eropa. Tepat di hari wisuda, saya dan suami terbang dari Amsterdam ke Reykjavik pukul 9.30 pm. Kebayang gak sih saya cuma sempet ganti baju, langsung cabut geret koper ke airport karena acara wisudanya agak molor dan baru bisa keluar dari acara jam 6 sore. Alhasil, baju udah ala beruang kutub tapi make up masih ON.

how-to-get-ther

Beruntungnya saya tinggal di salah satu dari sedikit negara Eropa yang memiliki direct flight ke Reykjavik. Maskapai WOW air adalah salah satu maskapai penerbangan low cost carrier, yang cakupan penerbangannya sampai United States.

Harga tiket pesawat PP normal tujuan Amsterdam – Reykjavik, biasanya disekitar € 300. Tapi, di setiap seasonnya biasanya mereka menawarkan promo-promo tiket murah. Sudah pernah mencoba 2x promo dan dari berbagai kombinasi sekitar harga € 150 lah harga paling murah yang saya temui. Kalau kalian bisa dapet harga PP dibawah harga itu, beruntung banget ! Trip kali ini tiket saya seharga € 84.21 (one way).

Penerbangan dari Amsterdam memakan waktu 3,5 jam, dengan perbedaan waktu diantara kedua kota tersebut adalah 2 jam. Saat saya pergi kesana, Reykjavik 2 jam lebih lambat dibanding Amsterdam (25 April 2017).

Penerbangan low cost carrier biasanya emang paling strict sama barang bawaan. Mereka hanya memperbolehkan satu tas cabin per orang. Pengalaman rombongan teman-teman saya yang berangkat saat itu mereka terkendala sekali dengan barang bawaan mereka, katanya sih karena buru-buru dan ga sempat online check-in jadinya harus check-in di counter. Nah, di counter check-in ini ukuran dan berat tas mereka beneran diukur, dan lagi apes karena ada pegawai yang strict banget. Tapi untuk pengalamanku sih, kita check-in di mesin trus langsung masuk-masuk aja, sampai masuk pesawat ga ada yang rese’. Tapi bawaan kita juga sesuai aturan sih hehe.

accomodation

Waktu yang dialokasikan untuk trip kali ini memang dibatasi banget, karena tiket pulang ke Indonesia yang udah dibeli dan semua trip lainnya harus menyesuaikan. Inginnya sih bisa full 3 hari di Iceland ini, tapi dengan segala pertimbangan, itinerary di Iceland sekitar 3 hari 3 malam. Tapi hari yang full bisa kita habiskan cuma 2 hari. Sisanya hanya hari perjalanan.

Setelah tertidur 3.5 jam di pesawat, sampai juga di Keflavik Airport. Keflavik ini terletak 50 km di sebelah Barat Daya Reykjavik, membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk sampai ke pusat kotanya. Trus naik apa dong kalau baru sampai sana nya tengah malam? Tenang, berhubung kota ini hidup karena turis, jadinya kita pasti diservice habis-habisan, walaupun uang kita memang dibuat habis sama mereka 😀

Mungkin ada yang berpikir gini, karena di Iceland apa-apa serba mahal berarti kotanya tertata banget dan semua serba mudah. Hmm, menurut saya sih engga juga ya. Negara mereka justru ga memiliki sumber daya alam yang mumpuni untuk mengembangkan negara mereka itu sendiri. Negaranya emang indah banget, tapi gak ‘menghasilkan’. Jadi, ya mungkin pendapatan terbesar mereka salah satunya dari sektor pariwisata. Apalagi dengan krisis moneter yang melanda di tahun 2008, harga-harga meningkat gak pake mikir. Hal yang paling kecantol dari cerita tour guide sih, McD di Iceland gulung tikar akibat krisis moneter itu. Jadi, gak akan nemuin McD lagi di Iceland sekarang hehe 😀

2543B15B00000578-0-image-a-3_1422868126097
Sayang, gak ngunjungin museumnya. Mc Donald’s Iceland tutup ditanggal 31 Oct 2009. (credit: Last order)

 

Satu-satunya akses transportasi publik dari airport ke kota adalah dengan menggunakan bus. Sebenarnya bus ini pun bukan bus pemerintah yang bisa kita gunakan dengan harga yang terjangkau, tapi dimiliki swasta dimana agen ini juga menawarkan paket-paket tur di Iceland. Ada harga ada pelayanan dong, kerja bus ini menyesuaikan dengan jadwal penerbangan. Jadi, ga ada cerita deh harus tinggal di bandara dan menunggu pagi untuk bisa ke kota. Bus ini pasti selalu ada sampai penerbangan terakhir. Untuk akses dari kota ke bandara paling pagi di jam 2.30 a.m.

Tiket bisa dibeli di counter bandara, namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, saya udah membooking tiket pp bus ini. Harganya lebih murah jika membeli tiket return, sekitar hemat 1000 ISK. Harga PP bus ini 4000 ISK (sekitar Rp 500.000/orang). Mahal ya. Ini baru transport ke kota loh. Dan di kota nya pun saya memilih berhenti di terminalnya, karena guest house yang saya pesan dekat sekali dari terminal bus. Nama provider bus yang saya gunakan adalah Reykjavik Excursions, bus nya besar dan nyaman dilengkapi dengan usb charger di setiap tempat duduk. Untuk orang-orang yang tinggal jauh dari terminal, mereka juga menyediakan shuttle ke hostel-hostel dan hotel di sekitaran Reykjavik (dengan tambahan harga pastinya, tapi kurang tau juga jadi semahal apa mungkin jauh dekatnya menyesuaikan dengan harga). Jadi, kita akan diangkut dengan bus besar dari airport menuju BSI Terminal. Di BSI Terminal inilah semuanya berpencar ke mobil minivan untuk diantar ke hostel dan hotel masing-masing.

Saya sengaja memesan penginapan yang dekat dari bus terminal karena saat itu saya berpikirnya ga mau repot lagi kalau udah sampai di terminal, dan berjodoh dengan penginapan yang harganya masuk akal di sekitar sana.

Igdlo Guesthouse (Gunnarsbraut 46, Reykjavik)

Kalau seandainya saya traveling sendirian, pastinya saya akan tinggal di hostel. Harga rata-rata hostel disana per malamnya € 30 ke atas. Kebanyakan malah sekitar € 40. Berhubung kami pergi berdua, agak lucu ya kalau tidurnya malah misah, soalnya saya prefer female bedroom kalau tidur di hostel. Ada penginapan yang lucu dan emang murah sih. Jadi konsepnya di suatu kamar ukuran besar, ya layaknya hostel pada umumnya terdiri dari beberapa bunk bed. Cuma kali ini bunk bed nya ukuran queen, jadi cukup di pake berdua. Jatohnya kita cuma bayar 1 kasur yang bisa diisi 2 orang. Cuma awkward ga sihh satu kamar tidur sama 3 pasangan lain euwwh. Untunglah berjodoh 3 malam di guest house ini. Harga kamar nya € 216 untuk 3 malam. Sekitar Rp 1 juta rupiah/ malam. Kamar mandinya sharing sih, tapi bersih kok. Di lantai atas ada dapur yang bisa dipakai. Breakfast ga termasuk, tapi mereka menyediakan breakfast dengan harga 1.000 ISK/ orang.

attractions

Cara menikmati Iceland sebenernya ada dua cara. Tapi, untuk saat ini saya belum bisa membandingkan opsi apa yang paling murah dan apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing opsi. Wisata di Iceland ini berupa alamnya itu sendiri, dan itu terbentang di seluruh penjuru negara ini. Terkadang jika kita berjalan di highway nya pemandangan di kanan dan kiri jalan bisa benar-benar berbeda. Terkadang kita menemukan gunung salju, terkadang sungai, padang rumput tandus, padang rumput hijau. Dan semuanya termanjakan dengan alam. Namun, siaplah dengan kejutan-kejutan alam yang tidak bisa diprediksi. Cuaca di Iceland sangat amat tidak bisa terprediksi. Bisa tiba-tiba cerah, seketika langsung badai salju, Super moody pokoknya. Jadi, jalan-jalan ke sini doanya juga mesti kenceng supaya semua usaha dan uang yang dikeluarkan ga sia-sia karena sayang banget kalau pas ke Iceland dan terjebak badai salju .. di hotel. Huft. Dengan keindahan alam yang terpampang nyata ini, semua nya serba gratis coy. Yang bikin mahal ini emang tour nya, karena kita akan dibawa pergi jauh ke tempat-tempat yang memang turistik.

Opsi lainnya adalah road trip. Pastinya ini seru banget sih. Kalau pergi rame-rame pastinya asik banget kalau bisa road trip. Cuma ya harus bener-bener rencanain itinerary nya super mantep, karena harus menyewa penginapan di tengah jalan, atau mungkin camping di camp site, masak dengan kompor seadanya, atau nandain lokasi-lokasi rest area. Selain itu, keahlian menyetir yang baik serta adanya navigator ulung juga diperlukan. Apalagi kalau jalanan bersalju, kudu bisa masang winter tyres. Jalanan di Iceland super mulus, super sepi tapi kecepatan mobil kudu bisa ngontrol soalnya jarang ada guard railnya dongg. Alhasil, gw melihat ada mobil yang jatuh ke area di samping jalan (dengan ketinggian 1 meter kali ya), dengan kaca depan pecah semua. Kepleset mungkin doi, padahal jalanannya lurus-lurus aja.

Jökulsárlón Glacial Lagoon and South Coast (16.900 ISK/ orang)

Pada saat mencari agent tour, prinsip saya adalah mencari harga yang paling murah yang menawarkan ke tempat-tempat yang udah saya list. Karena terkadang ada nih trip judulnya Jokulsarlon, tapi selama perjalanan kesananya mereka hanya singgah di beberapa tempat. Jadi harus agak cerdik baca itinerary dari penyedia jasanya.

Untuk trip ke Jokulsarlon ini saya mempercayakan ke Extreme Iceland. Awalnya saya tertarik karena itinerary nya sesuai dengan tempat-tempat yang mau saya kunjungi, harganya paling murah dari yang lain, dan menggunakan minivan kapasitas 20 orang. Saat itu, saya berpikir travel dengan sedikit orang akan lebih menyenangkan daripada pake bus yang pastinya lebih rempong dengan jumlah orang yang lebih banyak.

Sebelum membahas tentang tempat-tempat yang dikunjungi saya mau review agent tour yang satu ini ya.

  1. Seperti kebanyak tour lainnya, prinsipnya adalah sejak pukul 8 pagi minivan akan menjemput setiap orang ke hostel masing-masing dan kemudian akan dibawa ke collection point nya. Kemudian kita akan dipindahkan ke minivan yang akan membawa kita bersama orang2 yang akan bepergian ke tujuan yang sama.
  2. Minivan yang membawa kami mengelilingi bagian selatan Iceland selama 15 jam adalah seperti ini:

    DSCF3361
    Mercedez Benz Abu-Abu dan pak sopirnya (hehe ga deng)
  3. Ternyata bepergian menggunakan minivan ini NGGA ENAK (IMHO). Menurut pengalaman saya saat itu sih saya merasa kurang enak ya. Kalau menurut teman-teman saya yang pernah bepergian sebelumnya sih enak2 aja. Ntah mungkin saya salah milih provider, saya lagi apes kebagian tempat duduk yang ga enak, dan orang-orang satu group yang kurang asik.
  4. Kekurangan menggunakan minivan ini menurut saya spot tempat yang gak adil. Posisi menentukan pemandangan. Di perjalanan kali ini, saya dan suami duduk terpisah (depan belakang), karena ada 1 traveler cewe milih duduk di seat berdua, padahal ada seat 1 orang, jadi weh saya dan suami berpencar karena kursi sebelahan yang tersisa adalah paling belakang. Gak enaknya mobil ini, kursi paling belakang ga kebagian jendela!! Ditambah lagi, kualitas audio yang ga mumpuni. Di minivan ini, supir merangkap sebagai tour guide. Jadi, sambil nyetir dia ngomong. Dan menurut gw sih dia ngomong seperlunya doang, ga seperti tour guide pada umumnya. Suaranya ga jelas, kualitas audionya jelek, ditambah karena aku duduk di kursi kedua dari belakang tambah ga kedengeran karena berisiknya suara mesin mobil. Mau protes tapi ya kayaknya males aja gitu, soalnya suara si supirnya kayaknya udah maksimal segitu dan tetep ga jelas di telinga orang-orang di belakang. Berhubung mobilnya kecil, jadi kalau ngobrol di mobil akan kedengeran sama semua orang. Dan itu annoying sih, kalau ada yang ribut jadi mengganggu orang lain. Gak enak lainnya adalah bepergian sama orang-orang tua. Damn! sungguh mereka gak mengerti pentingnya ngambil foto yang bagus memerlukan waktu yang ga sebentar ! Huft. Tour guide perjalanan pergi sih menurut saya kurang bagus, kurang talkative, suara kurang tegas, dan orangnya ga strict sama waktu. Akhirnya sempatlah beberapa anak muda (termasuk kami) dimarahin karena kelewat waktu ngambil foto-foto (si supirnya ga jelas ngasih tau alokasi waktunya berapa lama). Hal terakhir yang super enggak banget adalah di perjalanan pulang, mereka memberhentikan kita di restoran sebuah hotel. Hotel tersebut menyediakan buffet seharga sekitar € 50/ orang. Semua orang yang ikut di tour ini agak kesal sebenarnya, karena sepertinya tour dan hotel ini sudah rekanan jadi kami seperti dipaksa harus makan disini. Ada sih menu ala carte, semacam pizza dan soup. Keselnya pas ditanya seberapa besar ukuran pizzanya, pelayannya ga ada yang bisa jawab pasti. Cuma bisa bilang kecil, hanya cukup untuk satu orang. Nyatanya 8 slices kok. Akal-akalan banget biar satu orang beli 1 loyang pizza. Hadeeuh. Oh ya hal yang mengesalkan terakhir adalah karena nyampe rumah lagi beneran jam 12 malam dan udah ngantuk berat, jaket hujan North Face kesayangan saya ketinggalan di mobil. Setelah mencoba email untuk minta diantarkan atau mungkin bisa dijemput dimana gitu, mereka membalas sekali menyatakan menyoba mengkomunikasikan dengan driver tapi ampe detik ini ga ada kejelasan lagi. Terlepas dari itinerary yang lengkap, servicenya menurut saya gak direkomendasikan.

Sekarang kita lanjut ke perjalanan trip hari pertama ini.

Screen Shot 2017-05-11 at 1.14.37 PM
Peta perjalananan . (Courtesy: Extreme Iceland)

 

Jarak yang ditempuh dari Reykjavik menuju Jokulsarlon yang berada di sisi timur Iceland ini sekitar 380 km, sejauh jarak Jakarta – Pekalongan. Waktu tempuh nonstop sekitar 5 jam, namun dikarenakan kita banyak melakukan pemberhentian di beberapa spot jadilah perjalanannya terasa lama banget.

  1. Seljalandfoss Waterfall

    DSCF3371
    Seljalandfoss
  2. Skogafoss Waterfall

    DSCF3440
    Skogafoss Waterfall
  3. Vulcano Site

    DSCF3483
    Au ah ini ga ngeh tempat apaan. Tapi area sekitarnya sih gunung berapi
  4. Jokulsarlon Ice Beach

    DSCF3502
    Ice Beach
  5. Jokulsarlon Glacier Lagoon

    DSCF3655
    Glacier Lagoon
  6. Reynisfjara Black Sand Beach

    DSCF3699
    The Dangerous Black Sand Beach and The Cave
  7. Reynisdrangar Ocean Cliff

The Golden Circle (8.000 ISK/ orang)

  1. Crater Kerid

    DSCF3751
    Crater Kerid
  2. Faxi Waterfall

    DSCF3766
    Faxi Waterfall
  3. Gulfoss

    DSCF3806
    Gulfoss
  4. Geothermal Area (Geyser Strokkur)

    DSCF3874
    Geyser Strokkur
  5. Þingvellir National ParkDSCF4049

http-signatures-mylivesignature-com-54494-336-764b5a3e1154b883f7d5aa5ad5e5d0c0

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s